08.11.09

Saya memulai cerita ini dengan kata kata syukur dan makasi sama Tuhan…

Iya bener banget, saya kali ini merasa benar benar disayang sama Tuhan. Ini semua sebenernya cuma masalah sepele. Nilai ujian. Hahahaha… Konyol emang, tapi berarti banget buat saya.

Saat ini saya sedang berlibur di rumah (di Bali) setelah menuntaskan blok Neuropsikiatri. Seperi ujian ujian sebelumnya ujian sekarang juga penuh dengan ‘sport jantung’ dan doa doa memohon bantuan dalam melewatinya. Namanya juga manusia bawaannya cereweeet pingin ini pingin itu sama Tuhan. Tapi ada sedikit bedanya blok ini dari total 13 blok lain yang sudah saya lewati karena di blok ini saya serasa dihantam oleh ujian praktikum yang disebut “Anatomi”. Huff kalo diingat ingat jadi bikin gregetan!

Ujian anatomi yang saya sebutkan itu nggak dibilang susah juga, cuma dosennya lagi ngidam ngeluarin soal soal ajaib alias yang tidak beliau ajarkan pada mahasiswanya. Alhasil saat ujian tiba, eng ing ong… BLANK dengan suksesnya. Hahahaha !! Sehabis ujian saya menangis sejadi jadinya, nelpon mama papa mengadukan nasib saya yang malang ini (bayangkan saja ujian yang sudah saya persiapkan setengah mati begadang siang malam ternyata diluluh lantakan dengan 10 soal yang tidak diajarkan oleh dosen! ini salah siapa??).

Mama papa cuma bisa menghibur dengan kata kata “ya sudah, kalau sudah lewat nggak usah dipikirin lagi, sekarang fokus sama ujian selanjutnya saja”. Saya pun berusaha menenangkan diri, dan baru berhasil tenang setelah 1,5 hari berlalu (hufff). kemudian saya mempersiapkan ujian teori dan melewatinya dengan maksimal.

Tereet tereeet! Saatnya pengumuman tiba! Saya sudah sangat pasrah, apalagi dosen koordinator blok bilang kalau ujian praktikum anatomi itu yang lulus hanya30%, kontan itu berhasil membuat jantung saya makin nggak karuan, ‘Ya Tuhan makasi ratih sudah lulus makasi ratih nggak ada pengulangan’, doa itu terus saya ulang ulang berkali kali setiap hari. Dan ternyata… tuhan mengabulkan doa saya 9untuk yang kesekian kalinya), saya lulus blok Neuropsikiatri ini tanpa ada remidi atau pengulangan. Dan bahkan nilai saya A!! Ya ampun, saya shock saking nggak percayanya. Sekali lagi makasi Tuhaaan…

Saya jadi malu sama Tuhan melihat perjuangan saya nggak seberapa dibading nilai A yang Tuhan berikan. Tapi saya janji saya akan tunjukin kalau saya bisa berusaha lebih  baik lagi, jadi Tuhan nggak akan nyesel karena uda percayain nilai A itu buat saya.

XO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

%d bloggers like this: