everything changes

At times you’re sad about what’s going on, just remember 1 permanent fact, everything changes!
-Jan Fernandez-


Ada beberapa hal yang menginspirasi saya menulis post ini. First, a few days ago on my way somewhere i forget where (bahasa yang tidak patut ditiru), i met one group of elementary student. Mereka sedang bergerombol di pinggir jalan entah berangkat sekolah atau pulang sekolah (intinya mereka sedang berjalan bersama sama), cekikikan, dorong sana dorong sini. Saya yang saat itu sedang berada di dalam mobil ikut tertawa kecil membayangkan jiwa polos dan lugu mereka. Langsung deh nostalgia ala sinetron, keluar bayangan masa kecil (yang kurang bahagia) di waktu saya juga pulang sekolah bergerombol seperti mereka (kalau saya lebih parah, bergerombolnya di sawah sambil lari lari takut dikejar sapi hitam yang saat itu saya dan teman teman lugu saya kira banteng yang akan menyeruduk kami, capek deh). Oke kembali lagi ke nostalgia masa kecil – Nah pernah kebayang nggak sih kalau time goes so fast. Saya sendiri sampai sekarang sering merasa apa yang selama ini saya lewati terlewat begitu saja dan begitu cepat. Dulu saya masih SD, rambut keriting awut awutan, hobi main masak masakan, suka malakin temen temen, masih belum tau yang namanya ciuman. Dibanding sekarang? Everything is different now. All of my life. Sekarang saya sudah kuliah semester 7 (sudah mau sarjana – S.ked loh, haha), sudah pernah pacaran 2x, rambut sudah lurus rapi dan cantik. See? Semua sudah berubah seiring waktu. Bukan saya atau mama atau pacar saya yang merubahnya. Waktu. The only one who has a power in controlling the law of universe which said “everything changes”.

Lalu hal kedua yang menjadi inspirasi saya adalah my boyfriend’s grandmother. She has passed away a few days ago. Pacar saya adalah cucu laki laki satu satunya, and i wonder their relationship must be so close. Saya terpikir untuk menghibur sang pacar yang sedang kehilangan dengan prinsip hukum alam “everything changes” ini. Tapi nggak mempan (malah saya dimarah dia bilang saya nggak tau rasanya kehilangan orang yang punya hubungan dekat dengan saya). Ya memang kelihatannya mudah menasehati orang tapi disaat kita yang dihadapkan pada situasi tersebut belum tentu kita bisa sekuat kata kata bijak yang pernah kita baca. Tapi those words can give a little grip to prevent us from falling too hard. Walaupun terkesan hanya bullshit tapi kalau ada sedikit saja bagian dari diri kita yang membiarkan kata kata tersebut masuk untuk mengganti tempat yang terisi beban hidup, maybe the miracle of those words will work.

Semua di dunia memang akan selalu berubah. Jangankan sebagian isi dari bumi ini, bumi dan matahari aja setiap detik berubah posisi. Tidak ada yang abadi, semua harus siap dengan perubahan itu, termasuk saya yang masih harus banyak belajar dari semua kejadian kejadian di atas. Bisa saja beberapa waktu ke depan tidak terasa saya sudah duduk di kantor bekerja mencari nafkah, atau mungkin besok pagi saya sudah tidak bisa melihat dunia lagi. Who knows? Semua pasti berubah. Dan perubahan itu dikendalikan oleh waktu yang mana hanya Tuhan yang tau kapan dan kemana waktu itu akan membawa kita (bahasa saya berat euy!).

Oke. Inspirasi dan motivasi menulis saya sudah habis. Still many stuffs to do. Ayo kita sama sama belajar untuk mengiklaskan semua perubahan itu!

XO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Categories

%d bloggers like this: