Cinta & Sepi

Jangan katakan kau mengenal sepi bila seluruh dunia belum menunjukmu dengan hinaan atas nama cinta
Dan jangan katakan kau mengenal cinta bila belum perih matamu menahan sebuah kepergian dalam sepi

-RA

Sweet Sadness

“Do you think we knew each other in previous life? Do you think i was hers too?”
I smiled. “According to the law of reincarnation, maybe yes.”
We froze in silence. But not our mind.
“If only we had a chance to meet again in the next life. Who do you choose to meet first? To be yours?” I made my self brave enough to ask him.
“You i guess.” He said.
“Well that’s enough for this life. See you soon then?”
We laughed.

-R.A

Sekali ini saja

Katakan
Sekali ini saja
Langkahku akan ringan dengan kepergianmu

Berdiri disini memakan energiku
Angin berbisik memintaku pulang
Sudah terlalu lama mereka kuabaikan
Katakan aku bisa menemui rumahku sekarang

Banyak yang membenci kita
Tapi pelukmu terlalu kuat
Dan jiwaku terlampau lemah untuk menolak
Lepaskan aku sayang
Sekali ini aku ingin mematikan pagi pagi kita dalam ingatanku

Pagi

Aku jatuh cinta
Pada keberhasilanku mengetahui
Kamu benar benar merindukanku
Setiap pagi
Dengan satu seruan “bangun!”
Aku yakin kehadiranku kau harapkan

Aku mencintai pagimu
Dimana akhirnya kamu harus berpisah dengan para penggembira mimpimu
Atau sebelum kau pergi menemui mereka yang bukan aku
Ya aku cemburu pada siang dan malammu

Aku cinta pagi hari dan matamu yang memantulkan bayanganku
Dalam diam kita saling menyimpan gelisah akan berpisah
Lalu membuat kegaduhan indah untuk menutupinya
Sungguh kecanggungan yang membuat hatiku tak pernah datar lagi

Aku mencintai pagiku
Kucukupkan alasannya hanya kamu
Biar kesalahan ini mengasingkanku
Sebab sejak merindu kamu itu tercipta
Pusaran waktuku berpusat pada pagimu
Dan pagiku tak pernah hilang arah lagi

Aku Ingin Lupa

Memoriku penuh denganmu
Jadi biar aku lupa dan mengosongkan semua yang bernama kita
Mengingatku yang melupakan janji sudah cukup mengoyak segenggam ingatan manis yang tersisa
Biar aku lupa jadi aku tak perlu ingat sakitnya kamu lebih dari lukaku
Biar aku lupa
Apapun alasannya, aku ingin lupa

Gelap

Karena separuh inderaku aku titipkan pada lembaran kasihmu dan kamu tersakiti dan rusak semua helainya dan malam tadi saat gelap langkahmu tiba tiba menjauh hilang dan pagi tiba tapi masih juga pekat langitku
Jadi sekarang aku tak tau harus kemana meraba sisa hidup

Karena separuh inderaku ikut bersamamu dan separuh lagi di diriku yang buta arah masa depan dan aku benar benar tersesat
Jadi kembalilah segera

Sebuah Arah Hari

Bila kamu adalah penuntunku dan pagi adalah saat menentukan arah hari, maka aku tak lihat malamku ada dimana. Yang aku yakin hanya adanya suara samarmu diseberang sana.

Jadi haruskan aku melewati selat itu untuk memulai hariku?

Aku Rumahmu

Apa kabar pesta semalam?
Apa kabar tumpukan rapat seminggu kemarin?
Apa kabar wanita pintar dengan rok mini disana?
Apa kabar makan siang kelas langit ketujuh itu?
Apa kabar hatimu yang berusaha untuk kuat?

Bila telah bosan berada dalam gemerlap kotamu
Pulanglah, celotehku beda dengan bingar disana, kau pasti suka
Bila telah letih berkejaran dengan para penguasa waktu
Pulanglah, dalam pelukku kau tak perlu bergesa gesa
Bila sudah tak ada yang mampu memberimu peneduh peluh
Pulanglah ke rumah, sebelum hujan semakin melunturkan sisa langkahmu
Bila senja tiba dan arah harimu semakin mengabur
Pulanglah padaku, aku rumahmu

Pagi Sunshine…

Pagi sunshine.
Sudah mulai bekerja sepagi ini? Aku masih menggigil dibalik keraguanku untuk bangkit. Selimutku terlalu lihai dalam memberi dekapan pengusir dingin. Masih dengan enggan juga aku menyingkap jendela memastikan kamu hadir tepat waktu. Lalu menggeliat lagi meninggalkanmu bekerja sendiri. Kamu indah saat berkerja dengan giat.
Aku egoiskah? Mungkin. Tapi Itu karena aku yakin kamu sudah hangat disana, tanpa selimut satu berdua denganku. Karena kamu kuat tanpa rangkulan lenganku. Hey, jangan ngambek aku masih dalam pelukmu setiap pagi. Hanya tidak nyata. Jadi setengah egois sebut saja.

Pagi sunshine.
Pasti banyak yang menyapamu dengan sebutan ini, benar kan? Punyaku tetap yang paling istimewa. Mereka mengucap salam pagi sambil berlalu, sambil meneguk sebotol yogurt asam, sambil mengetik pesan singkat untuk kekasih mereka, sambil entahlah yang tidak melirikmu sedikit pun. Tapi aku, aku menyapamu sambil selalu memastikan kamu hadir tepat waktu, memastikan hangatmu pas untuk hari yang akan kita perangi. Aku memastikan kamu ada. Ada untuk menyambutku juga.

Pagi sunshine.
Hari ini punya kabar apa? Beri aku satu seperti biasanya, aku mau kabar yang lucu yang bisa membuat aku lebih merindukanmu. Aku senang merindu karena kamu di pagi hari. Mengalahkan kopi pahit yang memelekkan mata sisa letih semalam. Nah sudah tau hebatmu? Kamu terlalu kuat menghidupkanku. Ya ya baiklah, mulailah bercerita. Aku mendengarkan sambil berkemas oke? *kecup basah*

Pagi sunshine.
Ceritamu adalah semangat termanis. Lebih dari cukup untuk menguatkan jadwal padat hariku. Badan dan bias sinarmu pun sudah meninggi dengan cepatnya. Sudah saatnya berpisah. Bekerjalah dengan senyum agar hariku tetap secerah dirimu. Janji?

Sampai jumpa besok pagi, Sunshine. Peluk cium! ♥

PS : Sunshine, terimakasih. :’)

Kamu Ada Disini

Kamu ada disini
Ditempatku merangkai lagu pembunuh waktu
Di sudut kebimbanganku yang bermain ceria
Di sumber tersayatnya setiap helai hati mereka

Kamu ada disini
Walaupun aku tak sanggup melihatmu jadi nyata
Walaupun kamu hanya berwujud mimpi
Walaupun tak pernah bisa kuikat jemari raksasamu dengan mungilnya tubuhku

Kamu ada disini
Mebiarkan aku mencuri lebih banyak kesenangan
Melihatku ricuh dengan bodoh karena takut kamu hilang
Menciptakan sebuah rasa yang tidak sehat di otakku, membuatku sakit

Kamu ada disini, memelukku
Secepat kilat aku simpan rapat pelukanmu dalam karangan kata
Ya kamu ada disini di sajak ini

October 2016
M T W T F S S
« Dec    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories